Tampilkan postingan dengan label laporan biokimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan biokimia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

KARBOHIDRAT

I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
  Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung, dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja. Contoh dari karbohidrat sederhana adalah monosakarida seperti glukosa, fruktosa & galaktosa atau juga disakarida seperti sukrosa & laktosa. Jenis karbohidrat sederhana ini dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti madu, buah-buahan dan susu.Sedangkan contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati (starch), glikogen (simpanan energi di dalam tubuh), selulosa, dan serat, (Islamuddin, 2010).
Kedudukan karbohidrat sangatlah penting pada manusia dan hewan tingkat tinggi lainnya, yaitu sebagai sumber kalori. Karbohidrat juga mempunyai fungsi biologi lainnya yang tak kalah penting bagi beberapa makhluk hidup tingkat rendah, ragi misalnya, mengubah karbohidrat (glukosa) menjadi alkohol dan karbon dioksida untuk menghasilkan energy :  
C6H12O6 ——> 2C2H5OH + 2CO2 + energi
Beberapa turunan karbohidrat yang penting adalah glulosa, fruktosa dan Deosiribosa. Glukosa disebut juga gula anggur karena terdapat dalam buah anggur, gula darah karena terdapat dalam darah atau dekstrosa karena memutarkan bidang polarisasi kekanan. Glukosa merupakan monomer dari polisakarida terpenting yaitu amilum, selulosa dan glikogen. Glukosa merupakan senyawa organik terbanyak. terdapat pada hidrolisis amilum, sukrosa, maltosa, dan laktosa, (Islamuddin, 2010).

Uji Molisch merupakan uji yang paling umum untuk karbohidrat. Uji Molisch sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat didehidrasi oleh asam pekat menjadi senyawa furfural yang terubstitusi, seperti hidroksimetilfurfural. (Rizki 2013).
sedangkan uji Iodium bertujuan membuktikan adanya polisakarida (amilum, glikogen, dan dekstrin). Identifikasi ini didasarkan pada pembentukan kompleks adsorpsi berwarna spesifik oleh polisakarida akibat penambahan iodium. Amilum atau pati dengan iodium menghasilkan berwarna biru, dekstrin menghasilkan warna merah anggur sedangkan glikogen dan sebagian pati terhidrolisis bereaksi dengan iodium membentuk warna merah coklat, (Islamuddin, 2010).

1.2. Tujuan 
a. Mengenal berbagai macam karbohidrat
b. Mengetahui cara pengujian tentang adanya karbohidrat

 
II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Pengertian Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hydrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Karbohidrat sebenarnya adalah polisakarida aldehida dan keton atau turunan mereka. Salah satu perbedaan utama antara pelbagai tipe tipe karbohidrat ialah ukurannya. Monosakarida adalah satuan karbohidrat yang tersederhana, mereka tidak dapat dihidrolisis enjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat bersama-sama membentuk dimer, trimer dan sebagainya dan akhirnya polimer.. Sedangkan monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa.Glukosa, galaktosa, ribose, dan deoksiribosa semuanya adalah aldosa. Monosakarida seperti fruktosa dengan gugus keton disebut ketosa. Karbohidrat tersusun dari dua atau delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida (Fessenden, 1986).
      Berdasarkan jumlah monomer pembentuk suatu karbohidrat, maka dapat dibagi atas empatgolongan besar yaitu monosakarida, olisakarida, disakarida dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi senyawa yang lebih sederhana. Oligosakarida adalah kabohidrat berantai pendek yang dibangun oleh beberapa unit monosakarida. Disakarida, karbohidrat yang terdiri dari dua unit monoskarida. Disakarida yang paling banyak terdapat adalah sukrosa atau gulatebu yang terdiri dari unit glukosa dan fruktosa yang berikatan secara spesifik yang disebut ikatanglikosida. Polisakarida terdiri dari rantai yang cukup panjang sampai ratusan dan ribuan unit monosakarida, (Soeharsono, 1978).

2.2. Uji Molish
Uji Molish adalah pengujian untuk mengetahui senyawa mengandung karbohidrat atau tidak. Uji Molisch bereaksi positif pada glukosa dan amilum dengan membentuk cincin ungu, (blogspot, 2012).

2.3. Uji Iodium
Kondensasi iodin dengan karbohidrat pada uji iodin, monosakarida dapat menghasilkan   warna   yang   khas. Hal ini  disebabkan  karena dalam larutan pati, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Bentuk ini menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya, sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut (Fessenden, 1986).


III. METODE PRAKTIKUM


3.1. Bahan
Bahan yang digunakan pada pratikum biokimia karbohidrat pada Uji Molish yaitu: Glukosa 1 %, Sukrosaa 1 %. dan H2SO4. sedangkan pada Uji Iodium adalah: Amilum, HCL, Iodin, NaOH.

3.2. Alat
Alat-alat yang digunakan saat pratikum biokimia “Karbohidrat” Uji Molish dan Uji Iodium yaitu: Tabung Reaksi, Rak Tabung Reaksi, Pipet Volume, Pipet Tetes. Pipet Volume.

3.3. Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada pratikum biokimia "karbohidrat” terbagi menjadi dua yaitu Uji Molish dan Uji Iodium.

3.3.1. Uji Molish
a. Menyiapkan 2 tabung reaksi
b. Memasukkan masing-masing tabung dengan 2 ml glukosa 1%, dan sukrosa 1%.
c. Menambahkan H2SO4 pekat pada masing-masing tabung melalui dinding tabung pela-pelan sampai timbul 2 lapisan.
d. Mengulangi percobaan satu kali lagi.
e. Mengamati perubahan yang terjadi pada tabung reaksi.

3.3.2. Uji Iodium
a. menyiapkan 3 tabung reaksi
b. memasukkan 3 ml larutan amilum kedalam 3 tabung reaksi menggunakan pipet tetes.
c. menambahkan 2 tetes air ke dalam tabung reaksi. 2 tetes Hcl pada tabung kedua dan 2 tetes NaOH pada tabung ketiga.
d. kemudian mengocok semua tabung, dan menambahkan 1 tetes larutan iodin kedalam masin-masing tabung.
e. Mengulangi percobaan satu kali lagi.
f. Mengamati perubahan yang terjadi pada tabung reaksi.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Pengamatan Karbohidrat (Uji Molish)

 Tabel 2. Pengamatan Karbohidrat (Uji Iodium).


4.2. Pembahasan
        Dari hasil yang telah dilakukan pada uji molish karbohidrat pada perlakuan Glukosa + H2SO4. Yaitu perlakuan dari glukosa 2 ml yang ditambahkan H2SO4 pada tabung reaksi hasil yang didapatkan yaitu perubahan wana yang terjadi setelah pengamatan pada lapisan atas berwarna kuning sedangkan pada lapisan bawah berwarna hitam , perubahan terjadi karena adanya kondensasi furfural atau derivatnya dengan alfa-naftol menghasilkan senyawa kompleks yang kemudian menyebabkan warna dari larutan akan berubah. Sedangkan uji molish perlakuan kedua yaitu dengan bahan sukrosa yang ditambahkan dengan H2SO4 hasil yang didapatkan bahwa lapisan atas berwarna kemerahan seperti teh, berwarna kemerahan sedangkan lapisan bawah berwarna hitam pekat. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan sehingga warna akan tampak lebih komplek dibanding dengan perlakuan glukosa + H2SO4. Penambahan H2SO4 dilakukan melalui tepi dinding karena larutan tersebut bersifat eksotermis sehingga panas dari larutan tersebut dapat melubangi dasar  tabung reaksi. Larutan H2SO4  akan menghidrolisis ikatan glikosidik (ikatan  antara  satuan  dasar  yang  satu  terhadap yang lainnya)  karbohidrat  menjadi  monosakarida, selanjutnya  menjadi  dehidrasi  membentuk furfural  dan derivatnya (turunan) kemudian  menghasilkan monosakarida.
         Sedangkan pada uji iodium perlakuan 1 Amilum + HCL+ Iodin yaitu penambahan bahan HCL dan Iodin pada Amilum (karbohidrat) yang direaksikan. hasil perubahan warna yang terjadi pada  lapisan atas berwana bening, dan lapisan tengah berwarna ungu, sedangkan lapisan bawah berwarna putih keruh. perubahan warna tersebut bisa diakibatkan adanya pengaruh dari larutan HCL yang kadar asamnya sangat kuat, dan mengakibatkan warna amilum berubah menjadi putih keruh. Pada perlakuan 2 Amilum + NaOH + Iodin hasil reaksi yang didapatkan adanya perubahan warna pada lapisan atas berwarna bening, lapisan tengah berwarna putih pekat, lapisan bawah berwarna putih keruh. adanya perubahan tersebut dapat dipengaruhi adanya  kondensasi furfural atatu turunannya dengan α-naftol. Pada perlakuan 3 Amilum + Air + Iodin pada lapisan atas berwarna putih pekat dan pada lapisan tengah berwarna bening dan lapisan bawah berwarna putih sangat pekat.

 
V. KESIMPULAN

Dari praktikum uji molish pada karbohidrat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen dan oksigen yang terbentuk di alam dengan rumus umum Cn(H2O)n. Berdasarkan jumlah monomer pembentuk suatu karbohidrat, maka dapat dibagi atas empatgolongan besar yaitu monosakarida, olisakarida, disakarida dan polisakarida. Uji Molisch adalah pengujian untuk mengetahui senyawa mengandung karbohidrat atau tidak dengan penambahan H2SO4 (Asam sulfat pekat) yangakan membentuk dua lapisan zat cair.

 
DAFTAR PUSTAKA

Islamuddin muddinjafar 2010. uji karbohidrat. http: //www. Organiksmakma3c16. Blogspot. Com/                2010/ 03/ uji-karbohidrat. Html. Diakses Pada Tanggal 17 Desember 2013.
Fessenden. 1986. Kimia organik jilid 2. Jakarta : Erlangga. Diakses Pada Tanggal 17 Desember 2013.
Soeharsono, 1978. Petunjuk Praktikum Biokimia. PAU Pangan dan Gizi, UGM Yogyakarta. Diakses                Pada Tanggal 15 Desember 2013.




Terimakasih buat agan-agan yang sudah berkunjung diblog saya..!! blogger yang baik selalu meniggalkan komentar ;D

Sabtu, 26 April 2014

ENZIM

I. PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
       Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalis dalam sel hidup. Kelebihan enzim dibandingkan katalis biasa adalah dapat meningkatkan produk beribu kali lebih tinggi, bekerja pada pH yang relatif netral dan suhu yang relatif rendah, dan bersifat spesifik dan selektif terhadap subtrat tertentu. Enzim telah banyak digunakan dalam bidang industri pangan, farmasi dan industri kimia lainnya. Dalam bidang pangan misalnya amilase, glukosa-isomerase, papain, danbromelin. Sedangkan dalam bidang kesehatan contohnya amilase, lipase, dan protease, (Supriyanti, 1994)
       Pada percobaan ini akan digunakan beberapa yaitu enzim bromelin dan papain. Enzim bromelin adalah enzim yang secara alami terdapat pada buah, batang nanas, ataupun kulit nanas. Bromelin termasuk enzim proteolitik yang membantu mencerna protein. Enzim bromelain yang dapat membantu memperlancar pencernaan dalam lambung akan diuji coba pengaruhnnya pada daging sapi. Nanas mengandung proteolytic enzyme bromelain yang berfungsi mencernakan makanan dan melarutkan protein. Protein bromelin memiliki potensi yang sama dengan papain yang ditemukan pada pepaya yang dapat mencerna protein sebesar 1000 kali beratnya, sehingga nanas bermanfaat sebagai penghancur lemak. Bromelain dapat membantu melarutkan pembentukan mukus dan juga mempercepat pembuangan lemak melalui ginjal. Bromelin juga memiliki asam sitrat dan malat yang penting dan diperlukan untuk memperbaiki proses pembuangan lemak dan mangan, dan menjadi komponen penting enzim tertentu yang diperlukan dalam metabolisme protein dan karbohidrat Sedangkan papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah pepaya, baik dalam buah, batang dan daunnya. Papain juga merupakan suatu zat yang mampu memecah protein, khususnya pada daging agar lebih empuk atau lunak, Chakraverty, 2002). 


1.2.  Tujuan Pratikum:
1.    Membandingkan dan mengidentifikasi kandungan pati
2.    Mengetahui cara kerja amylase.



II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Enzim Bromelin
       Bromelin adalah enzim proteolitik yang ditemukan pada bagian batang dan buah nanas (Ananas comosus). Enzim ini diproduksi sebagai hasil sampingan dari pabrik jus nanas. Dalam memproduksi bromelin, beberapa senyawa yang dapat digunakan untuk presipitasi (pengendapan) enzim ini adalah amonium sulfat dan alkohol. Beberapa kegunaan dari enzim ini adalah mengurangi rasa sakit dan pembengkakan karena luka atau operasi, mengurangi radang sendi, menyembuhkan luka bakar, meningkatkan fungsi paru-paru pada penderita infeksi saluran pernapasan, dan lain-lain. Untuk meningkatkan kelancaran pencernaan pada manusia, umumnya digunakan bromelin berdosis 500 mg dalam bentuk kapsul. Apabila konsumsi bromelin dilakukan bersamaan dengan senyawa anti-koagulan maka risiko terjadinya pendarahan akan meningkat, (Supriyanti, 1994)

2.2. Enzim Papain
       Enzim papain adalah enzim protease yang terkandung dalam getah papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain menjadi suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di kehidupan rumah tangga maupun industri, Chakraverty, 2002). 
       Enzim papain merupakan bahan alami yang banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan manusia, salah satunya dapat menyehatkan dibandingkan bahan kimia.
Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain menjadi suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di kehidupan rumah tangga maupun industri, Chakraverty, 2002). 
       Enzim Papain digunakan dalam industri pengolahan daging. Daging dari hewan tua pun dapat menjadi lunak jika diberi Enzim papain. Enzim papain juga digunakan sebagai bahan penghancur sisa atau buangan hasil industri pengalengan ikan menjadi bubur ikan atau konsentrat protein hewani.
Pada industri penyamakan kulit, Enzim papain sering digunakan untuk melembutkan kulit. Dan juga enzim papain berperan penting dalam industri bir.
Enzim papain juga dapat digunakan sebagai bahan krim pembersih kulit, terutama muka. Dan masih banyak manfaat enzim papain lainnya.

2.3. Manfaat Buah Nanas
Manfaat buah nanas. Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena  bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Kandungan Buah Nanas : Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.

2.4. daging
Daging ialah bagian lunak pada hewan yang terbungkus kulit dan melekat pada tulang yang menjadi bahan makanan. Daging tersusun sebagian besar dari jaringan otot, ditambah dengan lemak yang melekat padanya, urat, serta tulang rawan. Tekstur daging merupakan suatu fungsi ukuran dari berkas-berkas serat ke dalam mana septa perimisium dari tenunan pengikat membagi-bagi urat daging secara longitudinal. Urat daging yang disusun dengan pola kasar (diameter besar) mempunyai tingkat pertumbuhan pasca lahir yang  besar, demikian pula dengan serabut yang berukuran kecil mempunyai pertumbuhan yang kecil. Ukuran diameter serabut akan  meningkat bersamaan dengan umur, sesuai dengan pertumbuhan ternaknya, tetapi urat daging dengan tekstur halus tidak nampak jelas seperti yang bertekstur kasar. Umumnya hewan jantan mempunyai tekstur daging yang lebih kasar dibanding yang betina, demikian pula dengan hewan yang berkerangka besar, (blogspot, 2011).
Tingkat kecerahan wana pada daging, ditentukan oleh tebal-tipisnya lapisanOksimioglobin pada permukaan daging. Keadaan ini lebih banyak terjadi pada suhu rendah, sehingga daging yang disimpan didalam lemari pendingin (didinginkan) akan terlihat lebih rendah. Jika daging segar dibungkus oleh pembungkus yang tidak tembus oksigen, maka oksigen yang ada dalam bungkusan akan habis karena adanya aktivitas biokimia dan Microoganisme pada permukaan daging. Sehingga warna daging akan berubah dari merah cerah menjadi merah coklat/merah gelap karena terbentuknya metmioglobin, (blogspot, 2011).



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1.  Hasil Pengamatan
Tabel 1. Pengamatan Bromelin

Tabel 2. Pengamatan papain 

4.2.  Pembahasan
Berdasarkan pada tabel 1.Uji bromelin pengamatan 1 jam, pada daging tanpa perlakuan setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur keras, dengan warna merah segar. Pada suhu dingin + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur empuk, dengan warna merah pucat. Pada suhu ruangan + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur agak empuk, dengan warna merah pucat.
       Berdasarkan pada tabel 2. Uji bromelin pengamatan 2 jam, Pada suhu dingin + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur agak empuk dan berlendir, dengan warna merah sangat pucat. Pada suhu ruangan + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur empuk, dengan warna merah sangat pucat.
       Berdasarkan pada tabel 1.  Uji papain pengamatan 1 jam, pada daging tanpa perlakuan setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur keras dan padat, dengan warna merah segar. Pada suhu dingin + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur keras dan padat, dengan
warna agak pucat. Pada suhu ruangan + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur keras dan padat, dengan warna agak pucat
      Berdasarkan pada tabel 2.  Uji papain pengamatan 2 jam, Pada suhu dingin + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur lebih keras dan padat dari sebelumnya, dengan warna merah pucat. Pada suhu ruangan + jus nanas setelah dilakukan pengamatan didapatkan hasil dengan tekstur empuk, dengan warna merah pucat.


V. KESIMPULAN


5.1. Kesimpulan
       Pada percobaan ini akan digunakan beberapa yaitu enzim bromelin dan papain. Enzim bromelin adalah enzim yang secara alami terdapat pada buah, batang nanas, ataupun kulit nanas. Bromelin termasuk enzim proteolitik yang membantu mencerna protein. Enzim bromelain yang dapat membantu memperlancar pencernaan dalam lambung akan diuji coba pengaruhnnya pada daging sapi. Nanas mengandung proteolytic enzyme bromelain yang berfungsi mencernakan makanan dan melarutkan protein. Protein bromelin memiliki potensi yang sama dengan papain yang ditemukan pada pepaya yang dapat mencerna protein sebesar 1000 kali beratnya, sehingga nanas bermanfaat sebagai penghancur lemak. Bromelain dapat membantu melarutkan pembentukan mukus dan juga mempercepat pembuangan lemak melalui ginjal. Bromelin juga memiliki asam sitrat dan malat yang penting dan diperlukan untuk memperbaiki proses pembuangan lemak dan mangan, dan menjadi komponen penting enzim tertentu yang diperlukan dalam metabolisme protein dan karbohidrat Sedangkan papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah pepaya, baik dalam buah, batang dan daunnya. Papain juga merupakan suatu zat yang mampu memecah protein, khususnya pada daging agar lebih empuk atau lunak.


DAFTAR PUSTAKA


Amalendu. Chakraverty. (2002). Handbook of postharvest technology: cereals, fruits, vegetables, tea, and spices. CRC Press. ISBN 978-0-8247-0514-5.Page.832
Poedjiadi, Anna dan F. M. Titin Supriyanti. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
http://ira-raners.blogspot.com/2011/05/biokimia-enzim.html. Diakses tanggal 20 Februari 2013.







Terimakasih buat agan-agan yang sudah berkunjung diblog saya..!! blogger yang baik selalu meniggalkan komentar ;D

Jumat, 27 Desember 2013

PROTEIN

I. PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
    Istilah protein diperkenalkan pada tahun 1830-an oleh pakar kimia Belanda bernama Mulder, yang merupakan salah satu dari orang-orang pertama yang mempelajari kimia dalam protein secara sistematik. Ia secara tepat menyimpulkan peranan inti dari protein dalam sistem hidup dengan menurunkan nama dari bahasa Yunani proteios, yang berarti “bertingkat pertama”. Protein merupakan makromolekul yang menyusun lebih dari separuh bagian dari sel. Protein menentukan ukuran dan struktur sel, komponen utama dari sistem komunikasi antar sel serta sebagai katalis berbagai reaksi biokimia di dalam sel. Karena itulah sebagian besar aktivitas penelitian biokimia tertuju pada protein khususnya hormon, antibodi dan enzim. Semua jenis protein terdiri dari rangkaian dan kombinasi dari 20 asam amino. Setiap jenis protein mempunyai jumlah dan urutan asam amino yang khas. Di dalam sel, protein terdapat baik pada membran plasma maupun membran internal yang menyusun organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, nukleus dan badan golgi dengan fungsi yang berbeda-beda tergantung pada tempatnya. Protein-protein yang terlibat dalam reaksi biokimia sebagian besar berupa enzim banyak terdapat di dalam sitoplasma dan sebagian terdapat pada kompartemen dari organel sel. Protein merupakan kelompok biomakromolekul yang sangat heterogen. Ketika berada di luar makhluk hidup atau sel, protein sangat tidak stabil, (Lehninger, 1982).


II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Pengertian Protein
 Protein berasal dari bahasa Yunani protos, yang berarti “yang paling utama”. Protein merupakan senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung komposisi rata-rata unsur kimia yaitu karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 26%, dan kadang kala sulfur 0-3% serta fosfor 0-3%. Protein dapat tidak stabil terhadap beberapa faktor yaitu pH, radiasi, suhu, medium pelarut organik, dan detergen, (Anonim, 2008).
    Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet, (Lehninger, 1982).

2.2. Fungsi Biologi Protein
a.  Enzim
   Protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi adalah protein yang mempunyai aktivitas katalisa, yakni enzim. Hampir semua reaksi kimia biomolekul organik di dalam sel dikatalisa oleh enzim. Lebih dari 2000 jenis enzim, masing-masing dapat mengkatalisa reaksi kimia yang berbeda, telah ditemukan di dalam berbagai bentuk kehidupan, (Anna, 1994).

b.  Protein Transport
   Protein transpor di dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain Disini oksigen dilepaskan untuk melangsungkan oksidasi nutrien yang menghasilkan energi. Plasma darah mengandung lipoprotein, yang membawa lipid dari hati ke organ yang lain. Protein transpor lain terdapat di dalam membran sel dan menyesuaikan strukturnya untuk mengikat dan membawa glukosa, asam amino, dan nutrien lain membran menuju ke dalam sel, (Anna, 1994).

c.  Protein Nutrien dan Penyimpan
   Biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Terutama, contoh yang telah dikenal adalah protein biji dari gandum, jagung, dan beras. Ovalbumin protein utama putih telur, dan kasein protein utama susu merupakan contoh lain dari protein nutrien Ferritin jaringan hewan merupakan protein penyimpan besi, (Purwo, 1993).

d.   Protein Kontraktil atau Motil
    Beberapa protein memberikan kemampuan kepada sel dan organisme untuk berkontraksi, mengubah bentuk, atau bergerak. Aktin dan miosin adalah protein filamen yang berfungsi di dalam sistem kontraktil otot kerangka dan juga di dalam banyak sel bukan otot. Contoh lain adalah tubulin, protein pembentuk mikrotubul. Mikrotubul merupakan komponen penting dari flagella dan silia yang dapat menggerakkan sel, (Purwo, 1993).

e.  Protein Struktural
 Banyak protein yang berperan sebagai filamen, kabel, atau lembaran penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi. Komponen utama dari urat dan tulang rawan adalah protein serabut kolagen, yang mempunyai daya tenggang yang amat tinggi,(Purwo, 1993).

f.  Protein Pertahanan
 Banyak protein mempertahankan organisme dalam melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka. Immunoglobulin atau anti-bodi pada vertebrata adalah protein khusus yang dibuat oleh limposit yang dapat mengenali dan mengendapkan atau menetralkan serangan bakteri, virus, atau protein asing dari spesies lain. Fibrinogen dan trombin, merupakan protein penggumpal darah yang menjaga kehilangan darah jika sistem pembuluh terluka. Bisa ular, toksin bakteri, dan protein tumbuhan beracun, seperti risin, juga berfungsi di dalam pertahanan tubuh, (Anisa, 2013).

g.  Protein Pengatur
  Beberapa protein membantu aktivitas seluler. Diantara jenis ini terdapat sejumlah hormon seperti insulin, yang mengatur metabolisme gula dan kekurangannya menyebabkan penyakit diabetes. Hormon pertumbuhan dari pituari dan hormon paratiroid, yang mengatur transport Ca2+ dan fosfat. Protein pengatur lain, yang  disebut repressor mengatur biosintesa enzim oleh sel bakteri, (Anisa, 2013).

h. Protein lain
  Terdapat banyak protein yang fungsinya agak eksotik dan tidak mudah diklasifikasikan. Monelin, suatu protein tanaman dari afrika yang mempunyai rasa yang amat manis. Protein dapat dibagi menjadi dua golongan utama berdasarkan bentuk dan sifat-sifat fisik tertentu; protein globular dan protein serabut. Pada protein globular rantai atau rantai-rantai polipeptida berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat. Protein globular biasanya larut di dalam sistem larutan  (air) dan segera berdifusi ; hampir semua mempunyai fungsi gerak atau dinamik. Hampir semua enzim merupakan protein globular, seperti protein transpor pada darah, anti-bodi, dan protein penyimpan nutrien. Protein serabut bersifat tidak larut di dalam air, merupakan molekul serabut panjang, dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu, dan tidak berlipat menjadi bentuk globular. Hampir semua protein serabut memberikan peranan struktural atau pelindung. Protein serabut yang khas adalah α-keratin pada rambut dan wol, fibroin dari sutera dan kolagen dari urat, (Anisa, 2013).

2.3. Uji Biuret
     Uji Biuret adalah uji umum untuk protein (ikatan peptida), tetapi tidak dapat menunjukkan asam amino bebas. Zat yang akan diselidiki mula-mula ditetesi larutan NaOH, kemudian ditetesi larutan tembaga(II)sulfat yang encer. Jika terbentuk warna ungu berarti zat itu mengandung protein




Terimakasih buat agan-agan yang sudah berkunjung diblog saya..!! blogger yang baik selalu meniggalkan komentar ;D